Rabu, 19 Februari 2014

Amanah Hidup

AMANAH HIDUP
Catatan Kehidupan Emha Ainun Najib

Jadi secara sangat ajaib saya ini yang tidak punya kerjaan bisa menyekolahkan anak saya ke Kanada, jauh, 6 tahun di sana, fisika dan matematika.

Setelah pulang dihitung-hitung sekitar 2 – 2.5 miliar seluruhnya. Terus saya berpikir, seandainya dia tidak perlu sekolah ke luar negeri, saya dapat sekitar 1.5 miliar sekarang. Jadi duit saya banyak kalau saya tidak menyekolahkan jauh-jauh ke luar negeri sendiri tanpa beasiswa.

Tapi tidak, uang itu semua ada karena dia sekolah, kalau dia tidak sekolah ke luar negeri uang itu tidak ada.

Artinya kalau suatu hari saya dan anda yakin bahwa memang kita sebaiknya bikin sekolahan, dan bikin sekolahan itu kebaikan yang disetujui oleh Tuhan berarti dia amanat.
Berarti dia amr, perintah dari Allah, dan Allah ini punya disiplin. Kalau dia kasih amanat dia kasih fasilitas. Kalau dia suruh kita mengantar barang dia kasih uang transport.

Jadi ada dialektika antara amanat dengan rahmat, antara amanat dengan fasilitas.

Tanggung jawab Tuhan adalah kalau Dia kasih kita perintah Dia akan kasih alat-alatnya, biayanya.
Jadi asal kita berniat baik muncullah fasilitas itu.
Alhamdullilah bisa bikin sekolah atau bisa macam-macam. Bukan karena kita punya uang, bukan karena kita kaya raya, tapi karena ada niat baik dan niat baik itu ditanda tangani oleh Tuhan maka fasilitasnya datang.

Bagaimana supaya fasilitasnya datang?

Caranya adalah kalau Tuhan sudah melakukan tanggung jawabNya, maka kita juga melakukan tanggung jawab kita.

Tanggung jawab kita apa? Kalau Tuhan kasih rahmat berarti ada amanat di baliknya, kalau Tuhan kasih rizki berarti ada pesanan Tuhan di baliknya.

Selama ini kalau dikasih rizki kita pikir itu adalah barang jadi yang tinggal kita makan, padahal sebenarnya ada perintah-perintah di balik rizki yang kita terima.

Jadi Tuhan bertanggung jawab untuk memberi fasilitas dan kita punya tanggung jawab juga untuk menjalankan amanat-amanatnya.

Yang paling asik dalam hidup adalah terus menerus bertanya kepada Tuhan dan berdialog, apa amanat hidupku hari ini, apa amanat hidupku besok pagi, apa amanat hidup dari Tuhan untukku lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan dan seterusnya.

Tidak ada komentar: